Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah proses untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk mendapatkan keputusan-keputusan yang tepat dari pengguna informasi (American Accounting Association – AAA).

Pengetahuan Akuntansi Bagi Pengusaha Adalah

Selain memperhatikan produk, marketing, customer service dan berbagai hal lainnya, ada satu hal yang penting yang tidak boleh dianggap remeh oleh pengusaha yaitu masalah keuangan.

Masalah keuangan adalah hal yang sangat sensitif, sebuah titik kritis yang tidak boleh diabaikan.

Salah mengelola keuangan, pembukuan yang berantakan, kurangnya kontrol atau pengetahuan terhadap akuntansi yang kurang akan mengakibatkan tersendatnya jalan usaha, bahkan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kebangkrutan.

Bayangkan jika Anda memiliki bisnis Anda sendiri dan melakukan sesuatu yang benar-benar Anda sukai. Bayangkan jika Anda menghasilkan penghasilan sendiri dan menjadi bos bagi diri Anda sendiri.

Definisi-Akuntansi-Adalah

Menjadi wiraswasta adalah impian banyak orang, dan memiliki bisnis yang sukses bergantung pada beberapa faktor seperti kualitas barang dan jasa, strategi pemasaran yang efektif, dan hubungan pelanggan yang sehat.

Semua faktor tersebut mempengaruhi indikator yang mungkin menjadi indikator terpenting kesuksesan bisnis yaitu profitabiltias.

Ketika Anda memikirkan profitabilitas bisnis, Anda harus memikirkan uang yang dihasilkan bisnis Anda dan uang yang keluarkan oleh bisnis Anda.

Penting untuk melacak keuangan perusahaan Anda karena bisnis Anda tidak akan pernah berkelanjutan secara finansial jika Anda tidak waspada kepada kekuatan finansial bisnis Anda.

Salah satu faktor kegagalan yang sering terjadi lainnya, dikarenakan para pebisnis yang baru menekuni usaha ini mencampuradukkan keuangan, tidak adanya proyeksi kas, atau tidak melakukan pencatatan keuangan.

Mereka seringkali mengalami kebingungan dalam memisahkan antara uang pribadi dan uang perusahaan. Ketidaktahuan mereka dalam mengelola keuangan dengan baik ini bisa saja karena mereka tidak memiliki latar belakang dalam hal ilmu akuntansi.

Sebagian besar pemilik bisnis menyadari bahwa akuntansi merupakan aspek penting dalam memiliki bisnis, namun akuntansi lebih dari sekedar mencatat berapa banyak uang yang dihabiskan atau dibelanjakan oleh bisnis.

Akuntansi adalah tentang mencatat kesehatan suatu bisnis, atau menjadi mampu memberikan sebuah akun pada saat tertentu tentang bagaimana bisnis itu dilakukan.

Tentu saja, karena bisnis banyak menangani masalah keuangan dan sebagian besar keberhasilan atua kesehatan mereka diukur dari apakah bisnis menghasilkan uang, melanggar atau kehilangan uang, pembukuan tidak diragukan lagi merupakan bagian besar dari pekerjaan seorang akuntan.



Seorang akuntan menyimpan catatan transaksi keuangan perusahaan secara akurat, namun mereka juga dapat menafsirkan data yang mereka catat agar bisnis tidak hanya mendapatkan gambaran akurat tentang kondisi bisnis mereka saat ini, namun juga membangun strategi untuk perbaikan.

Berdasarkan pada data American Accounting Association (AAA) mendefinisikan bahwa akuntansi adalah:

“Proses untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk mendapatkan keputusan-keputusan yang tepat dari pengguna informasi.”

Akuntansi juga diartikan sebagai suatu proses merangkum, menganalisis, dan melaporkan transaksi keuangan bisnis.

Yang dimaksud dengan transaksi yaitu suatu persetujuan antara dua pihak, dimana salah satu pihak menjual barang atau jasa sedangkan pihak lain membeli barang atau jasa tersebut.

Sebuah transaksi bisnis harus bisa diukur nilainya dengan uang, atau dengan kata lain bisa dinyatakan dalam mata uang.

Komponen Akuntansi

Dalam pencatatan akuntansi, suatu transaksi dicatat dan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Berdasarkan kategori pencatatannya, ada 5 (lima) komponen utama pada akuntansi yaitu sebagai berikut:

#1 Asset (Harta)

Asset merupakan sumber daya yang dapat diukur secara finansial yang dimiliki perusahaan. Aset memiliki nilai ekonomi yang terukur dan dapat dinyatakan dalam nilai.

Beberapa contoh aset perusahaan meliputi kas, investasi, persediaan, properti, peralatan, piutang. Perusahaan mungkin memiliki aset lain, seperti reputasinya, yang tidak dapat diukur.




Karena aset ini tidak dapat diukur, mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan pada lembar buku besar. Pastikan dalam mencatat aset adalah yang memiliki nilai ekonomi yang terukur.

#2 Liabilities (Kewajiban)

Kewajiban adalah kewajiban keuangan perusahaan, atau hal-hal yang harus perusahaan bayar. Ini termasuk jumlah nilai yang terutang kepada pemberi pinjaman dan/atau pemasok.

#3 Equity (Ekuitas)

Ekuitas adalah investasi yang dibuat oleh pemegang saham di perusahaan dan pada dasarnya adalah nilai mata uang dan nilai perusahaan.

#4 Income (Pendapatan)

Pendapatan adalah jumlah pendapatan yang diperoleh setiap saat bisnis menyediakan layanan atau menjual produk ke pelanggan atau dengan cara lain jika perusahaan mendapatkan penghasilan. Beberapa akun pendapatan meliputi pendapatan penjualan, pendapatan jasa, pendapatan bunga, dan komisi/fee.

#5 Expenses (Biaya/Pengeluaran)

Biaya adalah biaya yang terkait dengan menjalankan bisnis, termasuk tagihan atau biaya operasional. Ada juga biaya yang sama dengan pendapatan.

Contohnya adalah biaya yang terkait dengan penjualan produk. Karena nilai produk dipertanggungjawabkan di neraca, bila sudah terjual, kenaikan pendapatan akan sama dengan biaya yang tidak lagi memiliki produk.

Laporan Keuangan

Ada 3 jenis laporan keuangan utama yaitu sebagai berikut:

#1 Income Statement (Laporan Laba Rugi)

Pada prinsipnya laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang berisikan informasi terkait dengan keberhasilan perusahaan dalam periode tertentu. Laporan laba rugi memuat informasi transaksi pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.

Laporan laba rugi ini memiliki manfaat yang besar bagi sebuah perusahaan, dimana penentu kebijakan dalam perusahaan menggunakan informasi tersebut untuk memprediksi arus kas masa mendatang dengan berbagai cara.

Misalnya investor menggunakan informasi dalam laporan laba rugi untuk mengevaluasi kinerja perusahaan di masa lalu, sebagai dasar untuk memprediksi kinerja masa mendatang, dan menilai risiko kegagalan perusahaan untuk mencapai arus kas di masa mendatang.

#2 Balance Sheet (Laporan Neraca)

Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode. Neraca terdiri dari tiga unsur yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi.

#3 Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas)

Laporan arus kas (cash flow) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.

Manfaat informasi arus kas adalah sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya, arus kas juga menjadi alat pertanggung jawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.




Selain itu arus kas juga berguna untuk mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).

Pentingnya Akuntansi

Jika Anda saat ini menjalankan bisnis tanpa pembukuan atau akuntansi di dalamnya, dan Anda merasa tidak ada masalah, maka sebenarnya Anda sedang menabung masalah.

Melakukan pencatatan keuangan akan memberikan informasi pada Anda sejauh mana bisnis yang Anda kelola dapat berjalan dengan baik.

Bisa dikatakan jika pembukuan dan manajemen yang baik merupakan dasar yang penting untuk membangun bisnis yang kuat.

Melalui laporan keuangan maka Anda dapat memonitor bisnis dan melakukan evaluasi untuk pengembangan usaha.

Dengan adanya pembukuan yang memadai, Anda dalam mengembangkan usaha menjadi lebih baik di masa akan datang.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat pembukuan sederhana, dimana laporan keuangan yang disajikan dapat dipahami oleh siapapun, bahkan yang tidak memiliki latar belakang akuntansi.

Kelangsungan sebuah usaha tidak bisa dilepaskan dari masalah pengelolaan keuangan. Pembukuan keuangan yang tepat dan memadai merupakan hal yang sangat krusial bagi jalannya sebuah perusahaan.

web hosting indonesia

Untuk itu, ketika Anda bersiap menjalankan usaha, maka jangan lupa membekali diri dengan ilmu yang terkait dengan pengelolaan keuangan usaha.

Apakah Anda sudah memiliki pembukuan keuangan pribadi? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat dan mengelola keuangan Anda? Berikan komentar Anda pada kolom di bawah ini.

Sumber Referensi:

  • Sri Warni. 18 Agustus 2016. Dapatkah Menjalankan Bisnis Tanpa Ada Akuntansi Didalamnya? Zahiraccounting.com – https://goo.gl/2Sjskw
  • Tom Farr. 25 Maret 2014. A Basic Accounting Tutorial for New Small Business OwnersUdemy.com – https://goo.gl/oifPzj
  • Indra Septiady. 24 November 2014. Pengusaha Wajib Mengetahui 3 Jenis Laporan Keuangan ini. Zahiraccounting.com – https://goo.gl/epoRJx

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here